Update

8/recent/ticker-posts

Polres Simalungun Selesaikan 61 Kasus Melalui Restoratif Justice


teks photo : AKBP Ronald F.C Sipayung SIK, MH saat memberikan keterangan

KORANKITA.ONLINE.[ SIMALUNGUN-SUMUT] - Restorative justice atau metode penyelesaian hukum tanpa pengadilan ini merupakan anjuran sekaligus instruksi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjadi pintu bagi masyarakat agar keadilan itu tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung SIK, MH mengoptimalkan Restoratif Justice dalam penyelesaian perkara, kali ini 61 kasus diselesaikannya di Polsek Bangun, Jumat (29/9/2023) pagi sekira pukul 09.00 Wib.

Selain melibatkan para tersangka, kegiatan ini juga dihadiri General Manager PTPN IV, Waka Polres Simalungun dan para Kapolsek, Camat, Pangulu/Kepala desa hingga tokoh agama dan masyarakat.

"Dalam Restoratif Justice masaal kali ini, pihak pelapor meminta agar tersangka diberikan sanksi sosial seperti membersihkan tempat ibadah dan perkantoran", ungkap Kapolres Simalungun, AKBP Ronald, Jumat (29/9).

Namun, AKBP Ronald menegaskan tidak semua kasus bisa diselesaikan melalui Restoratif Justice. Beberapa kasus seperti pencurian kendaraan bermotor, pembunuhan, dan kasus yang meresahkan masyarakat dan mendapat penolakan dari masyarakat, tetap akan dilanjutkan proses hukumannya.

"Ada 61 perkara yang diselesaikan. Perkara-perkara itu dari tahun 2022 hingga 2023," pungkas Ronald.||01-Sml/FS

Posting Komentar

0 Komentar